Senin, 13 Februari 2012

KONSEP DEPRESIASI


Depresiasi adalah penyusutan nilai fisik “decrease in value” barang dengan berlalunya waktu dan penggunaan berdasarkan umur ekonomis actual asset sampai umur rencana tertentu (useful life) dengan mempunyai nilai buku (book value/ salvage value). Penurunan atau penyusutan nilai pasar, penurunan nilai pakai/ kegunaan, penurunan alokasi cost fungsi waktu, kegunaan, umur.
Secara umum gambarannya :


Apakah semua barang bisa didepresiasi?? tidak
Dapat didepresiasi jika memenuhi ketentuan :
a. Harus digunakan dalam bisnis atau untuk menghasilkan pendapatan.
b. Harus mempunyai umur efektif yang dapat ditentukan.
c. Sesuatu yang dapat dipakai sampai aus, rusak, diperbaiki, menjadi tidak dipakai.
d. Bukan merupakan barang inventori, stok dalam perdagangan atau barang investasi.

Barang : berwujud (tangible) dan tak berwujud (intangible)
Barang berwujud :
1. Barang pribadi (personal property), misal : mesin, kendaraan, alat-alat, perabotan, barang.
2. Barang riil (real property), misal : tanah, bangunan. Catatan: tanah tidak terdepresiasi karena umur efektifnya tidak bisa ditentukan.
Barang tak berwujud : misal hak cipta, paten. Catatan : kita tidak membahas depresiasi atas barang tak berwujud karena proyek-proyek teknik hamper tidak pernah melibatkan kelompok barang ini.

Metode Depresiasi:
1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
2. Metode Keseimbangan Menurun (Declining Balance Method / Double Declining Balance Method)
3. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the Year Digits Method)

Perlu diketahui definisi-definisi:
•    Cost : biaya orisinal asset.
•    Nilai Buku (Book Value-BV) : suatu nilai barang yang sudah tidak terlalu bermanfaat dari segi pasarnya.
•    Nilai Pasar (Market Value) : Nilai barang yang menjadi kesepakatan penjual dan pembeli.
•    Umur Efektif (Useful Life) : harapan (estimasi) jangka waktu penggunaan barang.
•    Nilai Sisa (Salvage Value / Residual Value) : estimasi nilai barang pada akhir umur efektifnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar